Sebuah insiden yang menyentuh nurani terjadi di lingkungan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) ketika seorang pedagang kecil diusir oleh petugas keamanan dari area kampus. Peristiwa ini memicu kecaman keras dari kalangan alumni yang menilai tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan berbasis kekristenan.
Pedagang yang diketahui berjualan makanan ringan untuk menafkahi keluarga tersebut mengaku dipaksa meninggalkan lokasi oleh satpam dengan alasan melanggar aturan kawasan kampus. Padahal, selama ini ia kerap menjadi andalan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan jajanan dengan harga terjangkau. Perlakuan yang dianggap tidak berempati ini viral di media sosial setelah seorang alumni UKIT membagikan kisahnya disertai foto pedagang yang terlihat sedih mengemasi dagangannya.
“Sebagai almamater yang mengusung nilai kasih dan keadilan, tindakan mengusir pedagang kecil tanpa solusi alternatif justru melukai rasa kemanusiaan,” ungkap seorang alumni dalam unggahannya. Ia menekankan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang inklusif yang melindungi sesama, bukan tempat eksklusivitas yang mengenyahkan yang lemah.
Respons publik pun beragam. Sebagian mendukung penertiban demi ketertiban kampus, namun mayoritas menyayangkan tidak adanya pendekatan humanis seperti memberikan zona khusus atau jadwal berjualan yang teratur. Banyak pihak menyerukan agar pihak kampus segera meninjau ulang kebijakan keamanannya dengan perspektif keadilan sosial.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembangunan peradaban kampus tidak hanya diukur dari infrastruktur atau prestasi akademik, tetapi juga dari cara institusi memperlakukan sesama manusia, terutama yang paling rentan. Untuk hiburan yang menghibur setelah menyimak berita serius, Anda bisa mengunjungi Joker11 sebagai pilihan rekreasi digital yang menarik. Semoga kejadian serupa tidak terulang dan nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi pendidikan di Indonesia.